Surabaya, 27 November
Meskipun berasal dari tradisi dan ajaran yang berbeda, Islam dan Buddha memiliki sejumlah nilai moral yang sejalan yakni kasih sayang dan welas asih (Islam: rahmah, Buddha: karuṇā).
Menjaga kedamaian dan tidak berbuat kekerasan.
Kejujuran, pengendalian diri, dan menjauhi perbuatan merusak.
Tanggung jawab pribadi terhadap perbuatan
(Islam: amal; Buddha: karma).Prinsip Hidup Berdampingan beragama sangatlah indah , kalau dalam islam
Menurut Romo Hariyanto Tano Wijaya dan Romo Abaya yang mengampu Vihara Buddhayana surabaya ( jl rraya Putat Gede no 1 Sukomanunggal Surabaya)
Mengajarkan penghormatan terhadap orang berbeda agama.
“Lakum dīnukum wa liya dīn” — Untukmu agamamu, untukku agamaku.
Prinsip ukhuwah insaniyah (persaudaraan kemanusiaan).
Dalam agama Buddha
Menolak kebencian dan kekerasan.
“Kebencian tidak akan berakhir dengan kebencian, melainkan dengan cinta kasih.”
Mengajarkan toleransi dan tidak memaksakan keyakinan kepada orang lain.
Indah nya kebersamaan hidup di kota Surabaya yang sangat indah damai dan nyaman.
Dialog lintas agama untuk membangun saling pengertian.
Dalam diskusi dan silaturaahim terjalin yang diadakan kelompok kerja Penyuluh Agama Islam dan lintas agama buddha Kementerian Agama Kota Surabaya Kolaborasi sosial: kerja bakti, bantuan kemanusiaan, kegiatan kebudayaan. Pendidikan toleransi di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Mencegah ujaran kebencian dan hoaks yang mudah memecah belah.
Menurut Wahno Su
cipto (ketua POKJALUH Surabaya)
Menghormati martabat setiap manusia.
Memandang perbedaan sebagai anugerah.
Fokus pada kerja sama, bukan perbedaan teologis.Menjaga perdamaian sebagai ajaran utama kedua agama. Harus terus terjalin dan saling menjaga antar umat beragama di Kota Surabaya.
PENYULUH AGAMA KOTA SURABAYA, JALIN DAMAI KERUKUNAN ANTAR UMAT BERAGAMA LINTAS AGAMA










