Ulama adalah yang memandang umatnya dengan pandangan kasih sayang, meski mendidik santrinya amat keras namun jika dihadapkan pada ummat dia akan lemah lembut. Mendatangi Ummatnya dengan sapaan lembut karena jika keras dan berhati kasar Ummatnya akan menjauh mencari yang membuatnya nyaman. Maka berlemah lembutlah engkau sebaga ulama.
Aswaja itu sesuai dengan lingkungannya jika di negri Hijaz atau Mekkah bertema akidah, fiqih dan akhlak tetapi jika di negara kita Indonesia terkait dengan lokalitas itu berbeda akidah syariah yakni NKRI harga mati kalau negara lain ruang lingkupnya berbeda.
Kenapa kita dakwah di medsos, penduduk Indonesia itu 272juta dan 170 jt sudah berinternet.
Masyarakat kita yang 55% masyarakat urban mendekat ke perkotaan tetapi dalam perkembangan tidak perlu menjadi orang urban. Kemudian orang Indonesia menggunakan internet 170jt
Jadi Kalo di rumah lebih sering lihat YouTube pegang hape berarti sudah tersentuh internet
Sisanya belum tersentuh
Hal Ini jika tidak dijadikan lahan dakwah dan mereka akan terus mencari dan yang datang duluan itu kelompok mereka maka akan kehilangan jalan, Tapi tentu pada kelemahan dan organisir Aswaja itu masih jalan sendiri2 tidak terorganisir berjalan sendiri2 dan kurang militan
Medsos itu seperti pasar karena semua lengkap dijual segala kebutuhan baik halal haram dan yg tidak kita inginkan ada yang jualan ular, babi jadi Kita terhambat dengan keberadaan non Aswaja yang lebih kreatif dan banyak yang tidak punya tim dakwah
Seperti Gus baha berjalan sendiri tergantung tempat dan pengundang yang menyediakan, Ini kemudian yang menjadi penghambat.
Hal tersebut yang di sampaikan KH. Ma’ruf Khozin dalam zoom FGD tersebut
Ely Rosyidah disaat diminta untuk
mempresentasikan tentang pemanfaatan media sosial di Kemenag Kota Surabaya, PAIF Bubutan ini menyampaikan bahwa Kemenag Kota Surabaya juga memiliki channel media sosial sebagai sarana informasi Publik, terlebih lagi Pokjaluh Kota Surabaya, yang selalu menyajikan konten informasi kepada ummat dengan bahasa Agama, selain itu Marlichah juga menyampaikan bahwa Pokjaluh Kemenag Kota Surabaya saat ini sudah memiliki dua channel YouTube dengan dua studio sekaligus, antara lain yang berada di RPP (Rumah Pintar Penyuluh) dan yang berada di Musholla Rachmat, dan PAIF Kecamatan Simokerto ini juga memotivasi untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana dakwah agar ummat tidak dahaga tentang kajian keagamaan, karena ummat tetap akan mencari dan membutuhkan para kyai dan Bu nyai untuk bisa memberikan pencerahan tanpa batas, maka konten kreatif perlu dibuat agar ummat termotivasi untuk melihat dan menyimak isi kajian yang ada dalam konten tersebut.
by Ely Rosyidah










